Minggu, 19 Februari 2023

Skripsi Ternyata Bisa Dijual...!!

 

Disadari ataupun tidak, saat kita menjalani dunia Pendidikan pada tingkat universitas, diakhir perjalanan kita diminta untuk membuat sebuah karya tulis ilmiah terhadap suatu study kasus, yang selanjutnya sering disebut dengan Skripsi.

 

Malam ini, pada Kelas Belajar Menulis Nasional (KBMN) gelombang 28, mengusung tema “MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH”. Tema yang sangat serius, namun menarik. Dikatakan serius namun menarik, dikarenakan ternyata hasil karya tulis (skripsi) kita saat akhir kuliah, ternyata dapat dijadikan sebuah buku bacaan, yang memiliki nilai jual.


Pertemuan ke-4 yang bertepatan pada hari Senin, 16 Januari 2023 lalu, kita belajar menerbitkan buku dari Karya Tulis Ilmiah pribadi kita. Pertemuan yang dipandu oleh Ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd (biasa dipanggil Ibu NDY), merupakan alumnus Kelas KBMN Gelombang 24, serta mendapat kepercayaan sebagai bagian dari Tim Solid dibawah asuhan Om Jay. Adapun yang bertindak sebagai narasumber hebat adalah Pak Eko Daryonom S.Pd atau biasa disapa dengan Mr.Yons, yang memiliki motto hidup “Guru yang bersahaja yang tergerak, menggerakan, dan membawa dampak bagi dirinya serta lingkungan”. Selain sebagai pengajar, beliau juga berprofesi sebagai penulis, serta memiliki banyak prestasi yang luar biasa. Karya-karya beliau yang terbit yang solo maupun antologi, yaitu; Kesejarahan ada 14 buku, Traveling ada 2 buku, Budaya Lokal ada 10 buku, dan penelitian ilmiah ada 2 karya. Maka pada kesempatan di KBMN ini beliau menggerakkan ilmunya dengan judul “Menulis Buku dari Karya Ilmiah” (untuk mengenal lebih dalam tentang Mr.Yons, dapat disimak melalui link berikut:  https://maseko1275.blogspot.com/2021/11/profil.html)

[sumber gambar: materi KBMN Gelombang 28]

Diawal materi, Mr.Yons teringat sebuah kata mutiara dari salah satu tokoh motivational speaker terkenal dari Amerika John Maxwell , menggambarkan passion sebagai “the fuel for will’ atau bahan bakar untuk kemauan. Dalam artian passion mengubah “keharusan” menjadi “kemauan”. Jadi, ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya.

Inilah komitmen dan konsisten dalam menulis, sama halnya saat kita melakukan suatu analisis, menguji suatu tindak penelitian sehingga terbentuklah laporan dituangkan dalam karya tulis yang kita kenal karya ilmiah. Namun sayangnya terkadang karya ilmiah tersebut hanya tersimpan di loker lemari kita, di perpustakaan, dan terkadang terlupakan.

Malam ini kita akan belajar bersama mengubah karya ilmiah kita menjadi sebuah buku. Sehingga, pengalaman kita dalam melakukan penelitian dapat dikenal bahkan dapat bermanfaat bagi orang lain., ucap Mr.Yons.

Selanjutnya, beliau menjelaskan, sesuai Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah.

Adapun jenis-jenis KTI yaitu KTI buku dan KTI non Buku

KTI Buku antara lain: Buku Bahan Ajar : diktat, modul, buku ajar, buku referensi
Buku Pengayaan : monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan
Buku kompilasi : bunga rampai, prosiding

Sedangkan KTI non Buku yaitu;

KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi
KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal
KTI berupa ulasan atau resensi

Selanjutnya Mr. Yons menjelaskan bagaimana cara mengkonversi KTI menjadi Buku adalah merubah judul. Seperti contoh; Selanjutnya memodifikasi BAB I “Pendahuluan” menjadi “Pembuka” dan beberapa Bab berikutnya menjadi beberapa subbab. Yang aslinya seperti dibawah ini

Struktur di atas umumnya dijadikan sebagai standar dalam menyusun bab-bab dalam KTI meskipun untuk KTI sejenis skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap kampus.Ketika dikonversi menjadi buku adalah sebagai berikut:

Perbedaan Laporan KTI dan KTI yang Dikonversi Menjadi Buku

Cara Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan

KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku. Pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah.

1. Modifikasi Bab I

Bab I yang biasanya PENDAHULUAN boleh tetap dipertahankan judulnya dengan PENDAHULUAN, boleh PEMBUKA atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan buku.

(Misalnya pada konversi PTK yang Pak Eko buat, beliau mengubah pendahuluan dengan FENOMENA PEMBELAJARAN TIK yang berisi mengenai fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku).

Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab – sub bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka. Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang.

2. Modifikasi Bab II

Contoh isi bab II dari PTK yang disusun Pak Eko sebagai berikut:

Susunan bab dan sub bab beliau ubah dalam gaya penulisan buku sehingga menjadi beberapa bab, yaitu:

3. Modifikasi Bab III

Substansi bab 3 lebih fokus pada metode, teknik pengumpulan data (instrumen), dan analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah tindakannya. Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan:

*Benar-benar menghilangkan bab III, (memasukkan bab 3 di bab 2, atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan),

*Menghilangkan bab 3 (maksudnya keseluruhan isi bab 3 dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi pembahasannya),

*Memasukkan bab 3 di bab 2 (maksudnya konsep pokok terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3).

Misal dari contoh tersebut, langkah-langkah tindakannya termasuk di Bab V dengan sub-Tahapan Penerapan Every One is Teacher Here Menggunakan Model Tindakan Kelas, Menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan, maksudnya menyampaikan substansi isi bab 3 sebagai awal pembahasan.

Contohnya sebagai berikut:

Namun narasi tersebut butuh kehati-hatian. Jika untuk kepentingan kenaikan pangkat bagi guru ASN, maka narasi tersebut perlu dipertimbangkan untuk dicantumkan. (Butuh kemampuan ekstra di bagian Bab III ini dan memang butuh mentoring untuk editingnya).

4. Modifikasi Bab IV

Bagian ini, sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan sebagai judul Bab IV.

(Contoh Bab VI STRATEGI TIM QUIZ DALAM PEMBELAJARAN TIK).

Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.

Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.


5. Modifikasi Bab V

Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul PENUTUP. Judul tersebut dapat dipertahankan. Hanya saja, isi bab tidak hanya simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait dengan hasil penelitian.


6. Modifikasi Lampiran

• Lampiran yang disertakan hanyalah instrument penelitian atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah.

• Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengkonversi KTI menjadi buku:

A). Keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan Plagiat tidak dibenarkan, terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya. Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri. Karya seperti skripsi, tesis apalagi desertasi akan langsung ketahuan jika plagiat karena sudah ada generate machine untuk pengecekannya.

B). Menghindari kompilasi yang terlalu banyak. Kalau karya seperti skripsi, tesis apalagi desertasi akan langsung ketahuan jika plagiat karena sudah ada generate machine untuk pengecekannya. Kegiatan sekedar meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya penulisan kutipan.

C). Memilah dan memilih data yang dipublikasikan. Data matang saja yang disajikan agar buku berbobot.

D). Modifikasi bahasa buku. Hindari pemakaian penanda transisi “menurut”, “hal itu sesuai dengan pendapat”, “lebih lanjut si A menyatakan”, “berdasarkan hal tersebut”, termasuk menyebutkan kata “penelitian ini”, “peneliti”, bahkan “penulis”.

E). Hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau pendapat yang kurang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

F). Wajib menuliskan semua daftar pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.

G). Memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB.

(Contoh: Misal modifikasi PTK Pak Eko, bab VI : Pembelajaran TIK dengan penerapan strategi Tim Quiz mampu menciptakan iklim belajar yang aktif, interaktif, kolaboratif serta dapat membangkitkan semangat belajar…… Strategi Tim Quiz yang diterapkan dapat berhasil jika ada dukungan ……. Sebaliknya jika dukungan tersebut kurang optimal maka capaian yang diharapkan dari Strategi Tim Quiz. Data mentah, misalnya data nilai keseluruhan siswa. Data matang : siswa yang mendapat KKM dan di bawah KKM kemudian disajikan dengan grafik. (1) Maksudnya kutipan berantai Si A seperti dikutip si B menyatakan bahwa…… Intinya ambil sumber pertama. Kutipan dalam buku tidak harus sama persis dengan kutipan di tesis, bisa berkurang bisa bertambah. (2) Buku ber-ISBN biasanya minimal 60 halaman).

CARA LEBIH LENGKAPNYA ADA DALAM BUKU PAK EKO BERIKUT:


Kesimpulan pertemuan kali ini adalah narasumber berusaha ‘menggelitik’ kita untuk membuat buku dari KTI yang kita miliki. Ini adalah sebuah tantangan yang sulit, namun menarik. Karena banyak aturan yang harus ditaati. Tetapi saya tidak akan gentar dan akan berusaha mencobanya. karena tim solid dari Om Jay akan siap membantu. Pun senantiasa ingat pada passion kita, agar konsistensi menulis tetap terjaga.

”Jangan biarkan mata pena kita mengering menguap tak berarti” . Mari kita buktikan sebagai para satria pena berkomitmen dan konsisten untuk terus bekarya.


Judul = “Skripsi Ternyata Bisa Dijual

Resume 4

Tanggal : 16 Januari 2023

Narasumber : Eko Daryono, S.Pd

Materi : Menulis Buku Dari Karya Tulis Ilmiah

Moderator : Nur Dwi Yanti, S.Pd






















Tidak ada komentar:

Posting Komentar