Disadari ataupun tidak, saat kita menjalani dunia Pendidikan
pada tingkat universitas, diakhir perjalanan kita diminta untuk membuat sebuah
karya tulis ilmiah terhadap suatu study kasus, yang selanjutnya sering disebut dengan
Skripsi.
Malam ini, pada Kelas Belajar Menulis Nasional (KBMN) gelombang
28, mengusung tema “MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH”. Tema yang sangat
serius, namun menarik. Dikatakan serius namun menarik, dikarenakan ternyata hasil
karya tulis (skripsi) kita saat akhir kuliah, ternyata dapat dijadikan sebuah
buku bacaan, yang memiliki nilai jual.
Pertemuan ke-4 yang bertepatan pada hari Senin, 16 Januari 2023 lalu, kita belajar menerbitkan buku dari Karya Tulis Ilmiah pribadi kita. Pertemuan yang dipandu oleh Ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd (biasa dipanggil Ibu NDY), merupakan alumnus Kelas KBMN Gelombang 24, serta mendapat kepercayaan sebagai bagian dari Tim Solid dibawah asuhan Om Jay. Adapun yang bertindak sebagai narasumber hebat adalah Pak Eko Daryonom S.Pd atau biasa disapa dengan Mr.Yons, yang memiliki motto hidup “Guru yang bersahaja yang tergerak, menggerakan, dan membawa dampak bagi dirinya serta lingkungan”. Selain sebagai pengajar, beliau juga berprofesi sebagai penulis, serta memiliki banyak prestasi yang luar biasa. Karya-karya beliau yang terbit yang solo maupun antologi, yaitu; Kesejarahan ada 14 buku, Traveling ada 2 buku, Budaya Lokal ada 10 buku, dan penelitian ilmiah ada 2 karya. Maka pada kesempatan di KBMN ini beliau menggerakkan ilmunya dengan judul “Menulis Buku dari Karya Ilmiah” (untuk mengenal lebih dalam tentang Mr.Yons, dapat disimak melalui link berikut: https://maseko1275.blogspot.com/2021/11/profil.html)
Diawal materi, Mr.Yons teringat sebuah kata mutiara dari salah satu tokoh motivational speaker terkenal dari Amerika John Maxwell , menggambarkan passion sebagai “the fuel for will’ atau bahan bakar untuk kemauan. Dalam artian passion mengubah “keharusan” menjadi “kemauan”. Jadi, ketika kita sangat menginginkan sesuatu, kita akan menemukan tekad untuk melakukannya dan tidak akan berhenti sampai benar-benar mencapainya.
Inilah komitmen dan konsisten dalam menulis, sama halnya
saat kita melakukan suatu analisis, menguji suatu tindak penelitian sehingga
terbentuklah laporan dituangkan dalam karya tulis yang kita kenal karya ilmiah.
Namun sayangnya terkadang karya ilmiah tersebut hanya tersimpan di loker lemari
kita, di perpustakaan, dan terkadang terlupakan.
Malam ini kita akan belajar bersama mengubah karya ilmiah kita menjadi sebuah buku. Sehingga, pengalaman kita dalam melakukan penelitian dapat dikenal bahkan dapat bermanfaat bagi orang lain., ucap Mr.Yons.
Selanjutnya, beliau menjelaskan, sesuai Peraturan Kepala LIPI Nomor 2, Tahun 2014 tulisan hasil litbang dan/atau tinjauan, ulasan (review), kajian, dan pemikiran sistematis yang dituangkan oleh perseorangan atau kelompok yang memenuhi kaidah ilmiah.
Adapun jenis-jenis KTI yaitu KTI buku dan KTI non Buku
KTI Buku antara lain: Buku Bahan Ajar :
diktat, modul, buku ajar, buku referensi
Buku Pengayaan : monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan
Buku kompilasi : bunga rampai, prosiding
Sedangkan KTI non Buku yaitu;
KTI bidang akademis
untuk mendapatkan gelar : tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi
KTI hasil penelitian : PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal
KTI berupa ulasan atau resensi
Selanjutnya Mr. Yons menjelaskan bagaimana
cara mengkonversi KTI menjadi Buku adalah merubah judul. Seperti contoh; Selanjutnya memodifikasi BAB I “Pendahuluan” menjadi
“Pembuka” dan beberapa Bab berikutnya menjadi beberapa subbab. Yang aslinya
seperti dibawah ini
Struktur di atas umumnya dijadikan
sebagai standar dalam menyusun bab-bab dalam KTI meskipun untuk KTI sejenis
skripsi, tesis, desertasi, tugas akhir memiliki gaya yang berbeda di setiap
kampus.Ketika dikonversi menjadi buku adalah sebagai
berikut:
Perbedaan Laporan KTI dan KTI yang Dikonversi Menjadi Buku
Cara Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan
KTI Nonbuku yang berupa laporan hasil penelitian umumnya
ditulis dengan sistematika dan penomoran yang baku. Pada saat laporan tersebut
dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya
penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku
seolah-olah terpisah-pisah.
1. Modifikasi Bab I
Bab I yang biasanya PENDAHULUAN boleh tetap dipertahankan
judulnya dengan PENDAHULUAN, boleh PEMBUKA atau kata lain yang menggambarkan kemenarikan
buku.
(Misalnya pada konversi PTK yang Pak Eko buat, beliau
mengubah pendahuluan dengan FENOMENA PEMBELAJARAN TIK yang berisi mengenai
fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya
ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan
sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku).
Adapun secara struktur, tidak diperlukan lagi sub bab – sub
bab seperti latar belakang, permasalahan, tujuan, manfaat dalam bentuk angka-angka.
Fokusnya lebih mengeksplor latar belakang.
2. Modifikasi Bab II
Contoh isi bab II dari PTK yang disusun Pak Eko sebagai
berikut:
Susunan bab dan sub bab beliau ubah dalam gaya penulisan
buku sehingga menjadi beberapa bab, yaitu:
3. Modifikasi Bab III
Substansi bab 3 lebih fokus pada metode, teknik pengumpulan data
(instrumen), dan analisis data. Jika berupa PTK berisi langkah-langkah
tindakannya. Ada beberapa alternatif yang dapat diterapkan:
*Benar-benar menghilangkan bab III, (memasukkan bab 3 di bab
2, atau menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan),
*Menghilangkan bab 3 (maksudnya keseluruhan isi bab 3
dihilangkan, sebab bunyi bab 3 sebenarnya bisa dicermati dari isi
pembahasannya),
*Memasukkan bab 3 di bab 2 (maksudnya konsep pokok
terpenting dari bab 3 digabung dalam bab 3).
Misal dari contoh tersebut, langkah-langkah tindakannya
termasuk di Bab V dengan sub-Tahapan Penerapan Every One is Teacher Here
Menggunakan Model Tindakan Kelas, Menarasikan bab 3 di awal bab pembahasan,
maksudnya menyampaikan substansi isi bab 3 sebagai awal pembahasan.
Contohnya sebagai berikut:
Namun narasi tersebut butuh kehati-hatian. Jika untuk
kepentingan kenaikan pangkat bagi guru ASN, maka narasi tersebut perlu
dipertimbangkan untuk dicantumkan. (Butuh kemampuan ekstra di bagian Bab III
ini dan memang butuh mentoring untuk editingnya).
4. Modifikasi Bab IV
Bagian ini, sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai
dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan
Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Judul buku menjadi pilihan
sebagai judul Bab IV.
(Contoh Bab VI STRATEGI TIM QUIZ DALAM PEMBELAJARAN TIK).
Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto
kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi
berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun
hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.
Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto
kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Bab IV tidak lagi
berisi data mentah seperti nilai dari setiap siswa berikut namanya. Foto pun
hanya sekedar yang dibutuhkan sebagai pendukung.
5. Modifikasi Bab V
Pada laporan hasil penelitian, bab V biasanya diberi judul
PENUTUP. Judul tersebut dapat dipertahankan. Hanya saja, isi bab tidak hanya
simpulan dan rekomendasi (saran) saja, namun ditambahkan temuan yang terkait
dengan hasil penelitian.
6. Modifikasi Lampiran
• Lampiran yang disertakan hanyalah instrument penelitian
atau data matang yang mendukung, bukan data-data mentah.
• Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat mengkonversi
KTI menjadi buku:
A). Keaslian laporan hasil penelitian. Tindakan Plagiat
tidak dibenarkan, terlebih karya seperti PTK kadang tidak dicek keasliannya.
Namun saat diterbitkan jadi buku, maka penulis harus yakin betul bahwa karya
yang akan diterbitkan memang oroginal punya penulis sendiri. Karya seperti
skripsi, tesis apalagi desertasi akan langsung ketahuan jika plagiat karena
sudah ada generate machine untuk pengecekannya.
B). Menghindari kompilasi yang terlalu banyak. Kalau
karya seperti skripsi, tesis apalagi desertasi akan langsung ketahuan jika
plagiat karena sudah ada generate machine untuk pengecekannya. Kegiatan sekedar
meng-copas pendapat asli para pakar perlu dihindari dengan mengubah gaya
penulisan kutipan.
C). Memilah dan memilih data yang dipublikasikan. Data
matang saja yang disajikan agar buku berbobot.
D). Modifikasi bahasa buku. Hindari pemakaian penanda
transisi “menurut”, “hal itu sesuai dengan pendapat”, “lebih lanjut si A
menyatakan”, “berdasarkan hal tersebut”, termasuk menyebutkan kata “penelitian
ini”, “peneliti”, bahkan “penulis”.
E). Hindari pengambilan sumber kutipan berantai atau
pendapat yang kurang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
F). Wajib menuliskan semua daftar pustaka yang dipakai
sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku.
G). Memperhatikan kaidah penyusunan buku ber-ISBN khususnya
jika akan dinilaikan untuk KP sesuai Buku 4 PKB.
(Contoh: Misal modifikasi PTK Pak Eko, bab VI : Pembelajaran
TIK dengan penerapan strategi Tim Quiz mampu menciptakan iklim belajar yang
aktif, interaktif, kolaboratif serta dapat membangkitkan semangat belajar……
Strategi Tim Quiz yang diterapkan dapat berhasil jika ada dukungan …….
Sebaliknya jika dukungan tersebut kurang optimal maka capaian yang diharapkan
dari Strategi Tim Quiz. Data mentah, misalnya data nilai keseluruhan siswa.
Data matang : siswa yang mendapat KKM dan di bawah KKM kemudian disajikan
dengan grafik. (1) Maksudnya kutipan berantai Si A seperti dikutip si B
menyatakan bahwa…… Intinya ambil sumber pertama. Kutipan dalam buku tidak harus
sama persis dengan kutipan di tesis, bisa berkurang bisa bertambah. (2) Buku
ber-ISBN biasanya minimal 60 halaman).
CARA LEBIH LENGKAPNYA ADA DALAM BUKU PAK EKO BERIKUT:
Kesimpulan pertemuan kali ini adalah narasumber berusaha
‘menggelitik’ kita untuk membuat buku dari KTI yang kita miliki. Ini adalah
sebuah tantangan yang sulit, namun menarik. Karena banyak aturan yang harus
ditaati. Tetapi saya tidak akan gentar dan akan berusaha mencobanya. karena tim
solid dari Om Jay akan siap membantu. Pun senantiasa ingat pada passion kita,
agar konsistensi menulis tetap terjaga.
”Jangan biarkan mata pena kita mengering menguap tak
berarti” . Mari kita buktikan sebagai para satria pena berkomitmen dan
konsisten untuk terus bekarya.
Judul = “Skripsi Ternyata Bisa Dijual”
Resume 4
Tanggal : 16 Januari 2023
Narasumber : Eko Daryono, S.Pd
Materi : Menulis Buku Dari Karya Tulis Ilmiah
Moderator : Nur Dwi Yanti, S.Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar